Sabtu, 18 Desember 2010

Film Indonesia Makin Payah


Perfilman Indonesia tak ada habisnya dalam membuat tontonan film. Namun film-film yang kini kian marak bermunculan adalah film-film yang masih jauh dari kata “Bermutu”. Mungkin ada sebagian film yang bermanfaat dan berniai tinggi, semisal saja; Sang Pencerah yang berani mendobrak perfilman Indonesia dengan mengankat sejarah Organisasi yang ada di Indonesia. Meskipun di Indonesia kini marak dengan film-film yang tak mendidik.
Namun presentasi film-film yang memiliki nilai masih jauh disbanding dengan film-film yang hanya mempertontonkan sensualitas. Film-film yang mengandung unsure seks kian lama kian menjamur. Higga Maxima Picture menggunakan Maria Ozawa atau yang kita kenal Miyabi untuk membuat filmnya laku. Dan dilihat banyak penonton.
Dalam sebuah seminar, A. Nawir Hamzah menjelaskan bahwa orang-orang yang kini berada di dunia perfilman hanyalah orang-orang yang salah naik kereta dan memanfaatkan “Lakunya” film-film yang kini bermunculan. Sedangkan orang-orang yang sudah terdidik dalam dunia perfilman kalah dengan orang-orang yang berduit.
Memang tak bisa disangkal bahwa keuntungan berusaha di dunia perfilman sangatlah besar. Tetapi apa lantas dengan keuntungan yang besar itu semua orang memasuki dunia perfilman. Hingga semua di coba untuk membuat film yang dibuatnya laku keras dan mampu merayu masyarakat untu berbondong-bandong dating ke bioskop hanya untuk melihat film yang tanpa nilai tersebut.
Masih teringat dalam otak kita tentang pertengkaran Julia Perez dan Dewi Persik. Seolah-olah itu hanya dibuat untuk membuat film yang sedang diproduksi laku keras. Konflik yang seolah-olah timbul itu membuat banyak orang penasaran dan ingin melihat film yang sedang di produksi.
Inilah jika idealitas orang-orang perfilman kalah dengan besarnya nilai rupiah yang akan didapat jika membuat film yang laku keras dan mendapat iklan. Dan ini bukan hanya film. Ternyata juga sinetron yang semakin di gandrungi ibu-ibu. inilah yang membuat perfilman di Indonesia makin Payah.

0 komentar:

Posting Komentar

Trima kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host